masa itu ibarat pedang..


Get your own Digital Clock

Saturday, October 5, 2013

Alhamdulillah

syukur padamu ya rabb atas segala ujian dan dugaan yang engkau
hamba percaya di setiap kesulitan yang hamba hadapi ada kesenangan
mungkin engkau cuma menguji sekuat mana iman ku dan mungkin engkau cuma menguji 
betapa aku mengingatimu ya Allah. hamba sedar cinta pada manusia tak seindah cintamu
hamba sedar cinta ini mainan hidup.maafkan daku ya rabb kerna menyintai orang yang salah.
dah berkali aku mencuba cari redhamu tp masih belum ku temui.
ya rabb andai ini hukuman bagiku.hapuskanlah segala dosaku.
jika ini yang kau berikan padaku.aku redha,aku terima kerana aku penah tersilap langkah.
dan aku terlalu banyak dosa padamu.ya rabb jika hati in tak tenang.kau damaikanlah 
hati ini dengan ketentuanmu.aku mencuba untuk menenangkan hatiku.
tp aku tak mampu ya rabb.aku hamba yang lemah.aku tak mampu menahan tangisan ini.
jika luka di hati ini sukar dirawat.aku akan cuba bawak diri ke mana yang aku suka jika 
itu jalan yang terbaik.sungguh ya rabb,hamba tak sanggup ada perasaan lagi.
hamba tak sanggup menghabiskan sisa hidup hamba untuk mngejar cinta dunia.
ya rabb,andai itu takdirnya..hamba rela bersendirian menuju redha dan syurgamu.
jangan lah ada mnusia yang ambil tahu tentang diri ku lagi jika aku mmg ditakdirkn sendirian.
yang daku ada cuma engkau ya rabb,rasul yang engkau kasihi dan ibu bapaku.
jika mereka ini sahaja untuk ku.aku terima dengan rela hati.
tiada siapa yang tahu apa tersirat di hati pun tak mengapa.cukuplah dahulu hamba jahil.
tak semua yang lalu akan berulang.tak semua yang jahat akan berterusan jahat.
selagi hamba kuat untuk berhijrah ke jalanmu.kau tuntunilah daku.jangan biarkan daku terpesong sedikit pun dari landasanmu.daku hanya hamba biasa yang mengharap pendamping yang setia
kerana Allah.. :'(

Wednesday, September 25, 2013

moga ikatan ikhuwah yang dibina ke akhirnya

assalamualaikum
alhamdulillah selesai sudah lawatan ke smka maahad hamidiah dan parlimen bagi tahun ni
mcm mcm perasaan ada masa tu sedih,risau,takut,segan,seronok dan mcm mcm lagi
yang paling penting,sahbat sahabt bru di sana sgt sporting..hari ni tk nk berbual byk..
nk tunjukkn beberpa gambar kami semasa di sana :)


haa ni lah barisan pelajar tingkatan 6 kami..ramai kan??


barisan pelajar pelajar cemerlang :)


woi woii..time belajar tu belajar tk yah nk pose sgt la..


khuyuk msing msing mendengar taklimat dripada guru


satu hubungan diplomatik telah dijalankan antara melaka dan selangor


seronok berkenalan dengan mereka..ukhuwah fillah..


abg abg taiko di parlimen


nak pose jgk....hehehe..


KAMI BUDDYZ


sume tak fokus pada camera..apelah


si mus uh nk tolak cikgu ke ape??


alhamdulillah rezeki anak anak..sy mng kereta :)


masing masing muke teruja je jumpe kawan baru


candidddd !!!


 mereka pon gila lensa jugak..mcm mcm gelagat ada..

diumumkan ketibaan jemaah perdana menteri seblom memasuki parlimen


bergambar bersama datuk syahidan kasim di parlimen

akhir kata,program yg dijalankn berjalan dgn lncr tnpa ada halangn..semoga program ini dpt dijalankn pada masa akan dtg pula insyaAllah

Wednesday, May 8, 2013

5 perkara yang dapat meningkatkan iman..


Ketahuilah, iman yang ada di dalam diri seorang hamba itu bisa bertambah dan bisa pula berkurang atau bahkan hilang tanpa bekas dari diri seseorang. Al-Imam Abdurrahman bin Amr Al-Auza’i rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan, apakah bisa bertambah. Beliau menjawab: “Betul (bertambah), sampai seperti gunung.” Lalu beliau ditanya lagi: “Apakah bisa berkurang?” Beliau menjawab: “Ya, sampai tidak tersisa sedikitpun.”
Demikian pula Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ahmad bin Hambal rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan, apakah bisa bertambah dan berkurang? Beliau menjawab: “Iman bertambah sampai puncak langit yang tujuh dan berkurang sampai kerak bumi yang tujuh.” Beliau juga menyatakan: “Iman itu (terdiri atas) ucapan dan amalan, bisa bertambah dan berkurang. Apabila engkau mengamalkan kebajikan, maka iman akan bertambah, dan apabila engkau menyia-nyiakannya, maka iman pun akan berkurang.
Nah, inilah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu, yakni meyakini bahwa sesungguhnya iman seseorang itu bisa bertambah dan bisa pula berkurang. Setelah kita tahu bahwa ternyata iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang mukmin untuk menjaga kualitas imannya? Al Imam Allamah Abdurrahman bin Nashr As Sa’di rahimahullah mengatakan: “Seorang mukmin yang diberi taufiq oleh Allah Ta’ala, dia senantiasa berusaha melakukan dua hal: Pertama, memurnikan keimanan dan cabang-cabangnya, dengan cara mengilmui dan mengamalkannya. Kedua, berusaha untuk menolak atau membentengi diri dari bentuk-bentuk ujian (cobaan) yang tampak maupun tersembunyi yang dapat menafikannya (menghilangkannya), membatalkannya atau mengikis keimanannya itu.” (At Taudhih wal Bayan lisy Syajarotil Iman, hal 38).
Saudaraku muslimin, ketahuilah! Ada beberapa amalan yang insya Allah akan dapat menyebabkan bertambahnya iman seseorang, di antaranya adalah:
Pertama: Membaca dan tadabbur (merenungkan atau memikirkan isi kandungan) Al Quranul Karim. Orang yang membaca, mentadabburi dan memperhatikan isi kandungan Al Quran akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang menjadikan imannya kuat dan bertambah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang orang-orang mukmin yang berbuat demikian: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati-hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah iman bereka, dan kepada Rabb mereka itulah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal [8]: 2)
Al Imam Al Ajurri rahimahullah berkata: “Barangsiapa mentadabburi Al Quran, dia akan mengenal Rabb-nya Azza wa Jalla dan mengetahui keagungan, kekuasaan dan qudrah-Nya serta ibadah yang diwajibkan atasnya. Maka dia senantiasa melakukan setiap kewajiban dan menjauhi segala sesuatu yang tidak disukai maulanya (yakni Allah Ta’ala).
Kedua: Mengenal Al Asmaul Husna dan sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kesempurnaan Allah secara mutlak dari berbagai segi. Bila seorang hamba mengenal Rabbnya dengan pengetahuan yang hakiki, kemudian selamat dari jalan orang-orang yang menyimpang, sungguh ia telah diberi taufiq dalam mendapatkan tambahan iman. Karena seorang hamba bila mengenal Allah dengan jalan yang benar, dia termasuk orang yang paling kuat imannya dan ketaatannya, kuat takutnya dan muroqobahnya kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-Nya adalah ulama.” (QS. Fathir [35]: 28). Al Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Sesungguhnya hamba yang benar-benar takut kepada Allah adalah ulama yang mengenal Allah.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/533).
Ketiga: Memperhatikan siroh atau perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni dengan mengamati, memperhatikan dan mempelajari siroh beliau dan sifat-sifatnya yang baik serta perangainya yang mulia.
Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan: “Dari sini kalian mengetahui sangat pentingnya hamba untuk mengenal Rasul dan apa yang dibawanya, dan membenarkan pada apa yang beliau kabarkan serta mentaati apa yang beliau perintahkan. Karena tidak ada jalan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat kecuali dengan tuntunannya. Tidak ada jalan untuk mengetahui baik dan buruk secara mendetail kecuali darinya.Maka kalau seseorang memperhatikan sifat dan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Al Quran dan Al Hadits, niscaya dia akan mendapatkan manfaat dengannya, yakni ketaatannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi kuat, dan bertambah cintanya kepada beliau. Itu adalah tanda bertambahnya keimanan yang mewariskan mutaba’ah dan amalan sholih.”
Keempat: Mempraktekkan (mengamalkan) kebaikan-kebaikan agama Islam. Ketahuilah, sesungguhnya ajaran Islam itu semuanya baik, paling benar aqidahnya, paling terpuji akhlaknya, paling adil hukum-hukumnya. Dari pandangan inilah Allah menghiasi keimanan di hati seorang hamba dan membuatnya cinta kepada keimanan, sebagaimana Allah memenuhi cinta-Nya kepada pilihan-Nya, yakni Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (lihat QS. Al Hujurat [49]: 7)
Maka iman di hati seorang hamba adalah sesuatu yang sangat dicintai dan yang paling indah. Oleh karena itu seorang hamba akan merasakan manisnya iman yang ada di hatinya, sehingga dia akan menghiasi hatinya dengan pokok-pokok dan hakikat-hakikat keimanan, dan menghiasi anggota badannya dengan amal-amal nyata (amal sholih). (At Taudhih wal Bayan, hal 32-33)
Kelima: Membaca siroh atau perjalanan hidup Salafush Shalih. Yang dimaksud Salafush Shalih di sini adalah para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orangyang mengikuti mereka dengan baik (lihat QS. At Taubah [9]: 100). Barangsiapa membaca dan memperhatikan perjalanan hidup mereka, akan mengetahui kebaikan-kebaikan mereka, akhlak-akhlak yang agung, ittiba’ mereka kepada Allah, perhatian mereka kepada iman, rasa takut mereka dari dosa, kemaksiatan, riya’ dan nifaq, juga ketaatan mereka dan bersegera dalam kebaikan, kekuatan iman mereka dan kuatnya ibadah mereka kepada Allah dan sebagainya.
Dengan memperhatikan keadaan mereka, maka iman menjadi kuat dan timbul keinginan untuk menyerupai mereka dalam segala hal. Sebagaimana ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Barangsiapa lebih serupa dengan mereka (para shahabat Rasulullah), maka dia lebih sempurna imannya.” (lihat Kitab Al Ubudiyah, hal 94). Dan tentunya, barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.
Itulah beberapa amalan yang insya Allah akan dapat menyebabkan bertambahnya keimanan. Adapun hal-hal yang dapat melemahkan iman seseorang adalah sebaliknya, di antaranya: Kebodohan terhadap syari’at Islam, lalai, lupa dan berpaling dari ketaatan, melakukan kemaksiatan dan dosa-dosa besar, mengikuti hawa nafsu dan sebagainya.
Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa diberi tambahan iman, dan dijauhkan dari kelemahan dan kehinaan. Wallahul musta’an.